Tampilkan postingan dengan label Tips traveling. Tampilkan semua postingan

Tips wawancara visa amerika


Setelah aplikasi pengajuan visa dan penjadwalan wawancara diajukan, maka hal yang harus kita lakukan adalah datang ke konsulat amerika untuk melakukan wawancara sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati.


DI MANA
Kalo kita mendaftar di konsulat surabaya, ya silakan datang ke Kompleks Citraland. Ancer-ancernya setelah masuk ke kompleks perumahan Citraland, ikuti signboard yang terdapat di sepanjang jalan diperumahan itu. Signboardnya terletak di taman pembatas jalur. 
Nah konsulat US terletak di pojokan. Ada 3 'pintu gerbang' di konsulat itu. Untuk aplikasi visa, kita harus masuk ke 'pintu gerbang' ke dua yang letaknya tak jauh dari pojokan itu.




APA YANG DIBAWA
1. Form konfirmasi aplikasi
2. Paspor + kalo ada paspor lama yang pernah ada visa US nya
3. Dokumen pelengkap (akte, ktp, surat keterangan bekerja/surat undangan, fito, buku nikah, kartu keluarga, buku tabungan/rekening koran)

TAHAPANNYA
1. Begitu kita datang, ada pihak security yang mengecek perlengkapan kita. Seluruh berkas diletakkan dalam tray yang telah disediakan. Seluruh gadget dan kunci mobil diletakkan dalam tray terpisah.
Lalu pihak security akan mencek nama kita di list. Setelah semua beres, kita dipersilakan berbaris mengantri di depan pintu masuk.
2. Pihak security kemudian akan memanggil kita untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Seluruh bawaan (tas dan tray) diperiksa lewat detektor. Untuk gadget, kunci mobil, dan cd foto (jika membawa cd foto) harus dititipkan. Namun tas boleh dibawa masuk.
Pihak security akan memberi kita visitor tag yang harus disematkan di baju. Seluruh tray ditinggal. 
3. Lolos dari ruang pemeriksaan, kita akan memasuki ruang wawancara. Nah berhubung ruang wawancara kapasitas kursinya terbatas, maka bila ruang tersebut penuh kita akan menunggu di luar ruang wawancara tersebut. Jangan takut!! Ada kursinya kok di luar ruang wawancara itu.
4. Nah! Akhirnya sampailah kita ke ruang wawancara. Pertama-tama kita harus mengambil nomor antrian. Satu nomor antrian untuk satu orang atau satu keluarga bila datang bersama keluarga. Kita akan mendapat nomor antrian rangkap dua. Yang satu untuk kita, yang satu lagi untuk petugas administrasi. 
5. Petugas administrasi akan memanggil kita sesuai nomor antrian. Yang harus diserahkan kepada petugas adalah: nomir antrian, paspor, dan lembar konfirmasi DS 160. Petugas akan mencek isi form DS 160. Lalu kesepuluh sidik jari kita akan diambil. Setelah semuanya oke, maka kita tinggal menunggu antrian untuk wawancara.
6. Sekarang tibalah saatnya untuk diwawancara. Jangan takut! Petugas yang mewawancara bisa dual bahasa, alias bisa berbahasa Indonesia. Lalu apa saja yg ditanyain pada saat wawancara??
Yang jelas tiap orang pertanyaannya belum tentu sama. Tapi biasanya sih sekedar waktu kunjungan, berapa lama, mau kemana saja, disana mau ngapain saja, dalam rangka apa, tinggal di mana selama di US, dan misal karena ada undangan dari organisasi tertentu/acara tertentu biasanya ya ditanyakan bukti undangannya. Nah, buat yang sudah pernah ke US biasanya pertanyaannya jauh lebih simpel dan nggak ribet.
Setelah dirasa cukup, si pewawancara akan memberitahukan pada kita apakah pengajuan visa kita dikabulkan atau tidak. Setelah itu kita boleh pulang!!

TIPS WAWANCARA
1. Datang seawal mungkin. Misal dijadwalkan wawancara pukul delapan, ada baiknya kita datang setengah jam sebelumnya. Biar nggak terlalu lama ngantri di luar
2. Pakaian bebas asal sopan. Boleh memakai celana jeans asal jangan yang robek-robek tentunya. Lebih baik menggunakan sepatu.
3. Tidak boleh bawa makan dan minum. Jadi dianjurkan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat.
4. Anak-anak dibawah 14 tahun tidak diwajibkan datang wawancara. Tapi selama si krucil bisa kooperatif lebih baik diajak saja. Itung-itung bisa jadi pengalaman bari buatnya.





Mengurus Visa US Non Immigran

Mengurus visa ke US memang ribet-ribet asoy!!!! Sedikit penuh perjuangan tapi sebenarnya tidak sesulit itu. Sebenarnya, di website konsulat US sudah ada langkah-langkahnya. Namun menurut saya, kurang begitu runtut sehingga sering menimbulkan kebingungan.

Nah, berdasarkan pengalaman, saya akan mencoba menuliskan langkah-langkah mengurus visa US secara lebih runtut sehingga mungkin akan berguna bagi kalian semua yang berencana mengurus visa amerika.

1. Sebelum mengisi formulir dan tetek bengek lainnya....saya memilih untuk foto terlebih dahulu. Adapun persyaratan foto adalah sebagai berikut:

  • ukuran foto 2 inchi x 2 inchi (atau 5 cm x 5 cm) atau 600 x 600 pixel
  • background putih
  • ukuran dari batas atas kepala hingga dagu sekitar 1, 125 inchi - 1, 375 inchi (kalo ingin dikonversi ke sentimeter cukup kalikan dengan 2,5)
  • ukuran dari mata hingga ke dada sekitar 1,125 inchi - 1, 375 inchi
  • untuk hijabers: tidak masalah memakai jilbab asal batas kepala dan tulang pipi terlihat. Tips nya, pakai daleman (ninja) dan tarik ke belakang hingga sampai ke batas rambut - dahi, dan telinga - tulang pipi. Apakah telinga perlu terlihat?? Sebagian ada yang membolehkan telinga tidak terlihat ASAL itu tadi: Tulang pipi terlihat! Jika tetap ingin pakai kerudung (bukan cuma daleman saja) juga bisa tapi syarat seluruh bagian muka terlihat tadi harus tetap terpenuhi
  • Foto glossy
  • Secara lebih detail persyaratan foto visa dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini .
2. Melakukan pembayaran visa ke Bank Permata atau ke Standard Chartered Bank.
Pertama-tama download slip USA VISA FEE PAYMENT ADVISE. 

Link untuk mendownload USA visa fee payment advise

Setelah itu bayar visa ke bank yang telah ditunjuk (bank Permata atau SCB) dengan membawa usa visa fee payment advise. Untuk biaya visa, bisa dilihat di sini.
Setelah mendapat resit dari bank, simpan resit anda. Resit tidak dapat diganti jika hilang. Resit tersebut diperlukan untuk menjadwalkan wawancara.

3. Isi Formulir DS-160
Formulir diisi online lewat situs ini. Untuk pemohon Indonesia, foto harus di upload pada waktu pengisisan formulir.

Untuk mengupload foto, klik "Test Photo" (yang dilingkari merah). Di situ nanti ada pilihan untuk mengupload foto dan mensetting foto (memakai Photo cropped tool yang tersedia di sebelah kanan atas).
Setelah itu klik 'Start an application' dan ikuti petunjuknya.
UNTUK PRIA antara 16-45 tahun wajib mengisi form tambahan DS157 & DS158
Setelah selesai mengisi formulir, print LEMBAR KONFIRMASINYA SAJA

TIPS ISI FORMULIR

Untuk pengisian nomor paspor adalah tanpa spasi. Misal nomor paspornya V 123456 maka pengisiannya adalah V123456
Setiap selesai mengisi satu lembar formulir, sebaiknya di save!


4. Jadwalkan Wawancara
Masuk ke sini, kemudian klik 'Menjadwalkan Wawancara Saya'


Nanti anda akan sampai ke halaman seperti ini!


Buat profil baru dengan klik 'new user'. Setelah profil berhasil dibuat maka akan muncul halaman seperti ini:


Klik 'Schedule Appointment' dan ikuti petunjuknya. Setelah selesai print konfirmasi appointment sekaligus dokumen-dokumen yang harus dibawa pada waktu wawancara.

TIPS PENGAJUAN VISA US NON IMMIGRAN

1. Perlukah pengajuan visa diurus oleh tur? Hehe...ini pertanyaan yang menurut saya opsional banget. Yang jelas proses pengajuan visa ini sangat memungkinkan untuk diurus sendiri. Asal ga gaptek, ada laptop/PC dan internet tentunya! Sekedar berbagi pengalaman, kemarin ketika wawancara, ada beberapa peserta yang pengajuan visa nya diurus oleh tur. Ternyata beberapa mengalami trouble, yaitu formulirnya (DS-160) tidak terupload dengan sempurna sehingga pihak konsulat tidak dapat mengunduhnya. 

2. Dokumen yang perlu dibawa pada saat wawancara:

  • KK
  • KTP
  • AKTE
  • SURAT KETERANGAN BEKERJA
  • PRINT REKENING KORAN
  • VISA LAMA (jika sudah pernah mendapat visa amerika sebelumnya)
  • FOTO (5 cm x 5 cm) --> ini sebenarnya untuk berjaga-jaga. Karena kemarin, saya sudah mengunggah foto bersamaan dengan pengisian formulir dan ternyata pada saat wawancara saya tidak usah mengumpulkan print foto lagi.
3. Ngurus di Surabaya atau Jakarta? Kalau saya karena memang lebih dekat di Surabaya maka ya ke Surabaya. Kalau sudah tinggal di Jabodetabek, mengapa harus ke Surabaya?

4. Khusus Yogya, ada tempat foto oke yang biasa dijadikan tempat rujukan buat foto visa yaitu di FOTO STUDIO MEKAR JAYA (HWA SIN) Jl. Beji No 25 Yogya. Biayanya 25 ribu per paket dan sudah termasuk cetak 2 lembar plus CD. Nah, nanti tinggal file nya saja diedit ukurannya agar sesuai dengan persyaratan.

Selamat berburu visa!!!!

Berburu Hostel

Jarang saya menemukan traveler Indonesia yang nginep di hostel pada saat lagi ngetrip di luar negri. Biasanya temen-temen sekamar saya di dorm adalah bule (eropa) dan kalaupun dari asia biasanya adalah orang Filipina atau Jepang.

So....mengapa begitu? Memang masalah kah kalau tidur di hostel?
Well, pertanyaan ini pernah saya lempar ke media sosial. Beberapa teman menjawab. Mulai dari perasaan tidak aman, masalah privacy, hingga ke masalah gangguan seperti kutu busuk...

The truth is...nginep di hostel itu menyenangkan. Trinity 'naked traveler' saja dalam perjalanan keliling dunianya menjadikan hostel sebagai tempat menginapnya. Tapi menemukan hostel yang oke memang butuh perjuangan. Hmm...baiklah! Saya akan berbagi sedikit tips bagaimana cara menemukan hostel yang oke agar terhindar dari hal-hal yang kurang menyenangkan.

1. Saya selalu mencari referensi hostel melalui 4 situs: hostelworld, hostelbookers, trip advisor, dan terakhir....lonely planet tentu saja.
2. Lakukan seleksi dengan melihat: review orang-orang yang pernah menginap di sana baik yang ada di keempat situs tersebut atau travel blog lainnya dan lihat apakah hostel itu punya website pribadi atau tidak. Jika punya, lihat apakah websitenya  diupdate secara berkala atau tidak. Selain itu tentu saja seleksi dilakukan berdasarkan ketersediaan fasilitas yg kita inginkan (misal ada wifi/female dorm dll) dan tentu saja harga
3. Ingat, harga yang lebih mahal BELUM TENTU hostel tersebut selalu lebih bagus daripada yang lebih murah dan sebaliknya.
4. Foto memang membantu, tapi...jangan percaya mentah-mentah, deh!!!
5. Lihat lokasi hostel itu berada. Kita harus tahu apakah lokasinya berada di tempat/daerah yang bagis atau di red district. Hostel di red district biasanya berharga lebih murah. Namun untuk fasilitas dan kenyamanan di hostel tersebut sama saja.
6. Setelah menjatuhkan pilihan, email terlebih dahulu pihak hostel. Katakan saja kalau kita ingin memesan kamar/dorm bagaimana caranya. Boleh saka kita bertanya detail tentang hostel itu. Dengan menulis email kita bisa mengetahui tingkat keprofesionalitasan dari hostel tersebut sebenarnya.
7. Pastikan hostel tersebut bukan hostel yang memperbolehkan seseorang untuk mengkonsumsi alkohol dan drugs. Biasanya mereka menyebut sebagai 'not a party hostel'
8. Biasanya setelah mendapat informasi lengkap tentang hostel incaran, saya melakukan tahap review sekali lagi yang berasal dari blog-blog pribadi para traveler. Tulisan di blog pribadi biasanya lumayan akurat, loh!
9. Saatnya memesan hostel sekarang...

Nginep ala couchsurfing

Tau couchsurfing kan??? Itu...semacam komunitas traveler dimana mereka saling menyediakan penginapan gratis - biasanya di rumah mereka - untuk para teaveler lain.
Nah, waktu trip Lasem kemarin, tak disangka tak dinyana saya ditawarin Pop, teman blusukan saya di Lasem untuk nginep di rumah adiknya ketimbang bengong sendirian di hotel.

Hmmm saya langsung menyambut positif tawaran tersebut. Selain menghemat rupiah, saya juga penasaran dengan menginap gratis ala couchsurfing itu.

Kebetulan adiknya si Pop memang sudah terbiasa menerima 'tamu tak diundang' seperti saya ini. Setelah perkenalan singkat, dengan diantar oleh Pop, saya meluncur ke rumah itu.
Lumayan lah...dua hari menginap gratis dan asyiknya karena si pemilik rumah sudah terbiasa menerima para traveler, jadinya bener-bener ngebanti saya untuk bisa 'feel at home'

TIPS TRAVELER
1. Baru pertama kali??? Ga ada salahnya bertanya tentang 'peraturan' di rumah/keluarga tersebut
2. Sosialisasi, ngobrol dengan anggota keluarga yang lain atau nonton tv bareng
3. Jangan pulang malem-malem, apalagi dalam keadaan tipsy!!! Big NO!!!
4. Sesekali bawakan oleh-oleh jika kita pulang dari ngelayap. Bisa berupa kue atau cemilan
5. Jangan bikin berisik!!!
6. Jangan bikin kotor
7. Ucapkan terima kasih ketika kita mau pulang. Sopan santun bo!!! Karena boro-boro kita udah dibolehin nginep gratis di situ!!!

Hotel vs Hostel vs Bed and Breakfast

Berburu penginapan (bisa hotel/hostel/bed and breakfast) adalah ritual wajib yang dilakukan kalau mau nge-trip (terutama ke luar negri) dan prosesnya cukup melelahkan. Wajib karena, sekali lagi, kita nggak mau kan kalau liburannya jadi bikin bete gara-gara penginapan yang nggak oke??/
Well......sebelum saya cerita tips berburu penginapan, ini ada sedikit cerita tentang penginapan. Kira-kira, tipe penginapan yang mana sih yang cocok sama kalian-kalian??? Cekidot!!!

HOTEL
Semua pasti udah paham seperti apa hotel itu. Kita menyewa kamar, harga didasarkan pada unit kamar/malam, biasanya memiliki kamar mandi yang jadi satu dengan kamar, dan berkasta: mulai dari hotel melati hingga ke bintang lima. Keuntungan menginap di sini, privasi kita terjaga banget. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, di sini kita menyewa unit kamar. Itu artinya satu kamar yang kita sewa itu diperuntukkan bagi 'grup' kita sendiri. Soal harga: kalau mau murah ya di hotel kelas melati atau bintang satu. Tapi tentu saja dengan fasilitas seadanya.

BED and BREAKFAST
Saya pertama kali mendengar tipe penginapan 'bed and breakfast' ini ketika saya dapat kesempatan menengok kakak saya yang sedang tugas belajar di luar negri. Sistem bed and breakfast ini mirip hotel tapi kita harus share kamar mandi, alias kamar mandi di luar kamar. (berdasarkan pengalaman saya waktu blusukan di negaranya Pangeran Charles, loh!). Harga sewanya juga berdasarkan unit kamar. Nah, satu lagi yang membedakan bed and breakfast dengan hotel adalah suasananya. Kalau hotel kita akan terbayang sebuah koridor panjang dengan deretan kamar-kamar di sisi kanan dan kirinya. Kalau bed and breakfast bentuknya mirip rumah tinggal. Jadi berasa lebih informal gitu.... Oya, kalau di bed and breakfast kita juga dapet sarapan (ya iyalah! Namanya juga 'bed' and 'breakfast') namun lebih sederhana dari hotel dan bukan self service. Biasanya kita disuruh milih...mau sarapan apa...

HOSTEL
Ini dia tempat penginapan favorit para backpacker. Hostel punya tipe kamar private room (dengan sistem sewa kayak hotel) dan dormitory (dengan sistem sewa per bed/per tempat tidur). Jadi jika kita memilih untuk tidur di dormitory (dorm, bahasa kerennya) maka kita akan tidur bareng traveler-traveler lain yang selama ini ga pernah kita kenal. Biasanya di dalam kamar dorm disediakan loker sebagai tempat untuk naruh barang kita. Pada umumnya kamar mandi di hostel adalah shared bathroom, kecuali waktu di Saigon saya dapet hostel yang dormnya mempunyai kamar mandi di dalam kamar. Di hostel biasanya juga menyedeiakan breakfast tapi amat sangat sederhana, seperti sereal dan bread and jam, teh, dan kopi. Pada umumnya semuanya adalah self service. Kalau di sini tingkat privasinya memang paling rendah diantara penginapan-penginapan tipe lainnya, namun harganya cukup murah. Keuntungannya??? Hostel (dan para traveler yang menginap di sana) adalah 'guide book' berharga yang mungkin bisa membuat kita jadi lebih mengenal destinasi yang kita kunjungi.

So...which one you choose????


From Saigon with Love: City Tour or Not

Menikmati Saigon dan sekitarnya itu ada banyak cara. Di Saigon, ada banyak sekali tur agen yang menawarkan paket city tour/keliling kota (kalau saya sih biasa menjulukinya dengan 'Paket Saigon in a glance'). Harga paket tur keliling kota di sini sih rata-rata mirip/hampir sama. Tempat-tempat tujuannya pun standar wisatawan, sih. 
Ada juga paket-paket tur yang menawarkan jalan-jalan sedikit ke luar kota Saigon. Misalnya ke Cu Chi Tunnel atau Mekong Delta. Untuk paket Cu Chi Tunnel biasanya ada dua versi. Versi half day tour atau versi one day tour yang biasanya merupakan penggabungan antara Cu Chi dan Cao Dai Temple. 

Nah, kalau tidak mau ikut paket tur??
Ada banyak cara menikmati Saigon tanpa paket tur. Yang jelas, dengan berbekal peta di tangan, guide books, dan botol air minum, maka you are ready to conquer Saigon!!! Nah, mungkin yang sedikit sulit jika ingin mengeksplor sekitar Saigon dengan tidak mengikuti paket tur. Kalian harus paham betul jadwal bis (bis paling awal dan bis paling akhir) plus pemberhentiannya. Seperti Cu Chi, memang ada bis yang menuju ke sana namun tidak berhenti tepat di depan tempat wisatanya. Begitu pula dengan Cao Dai.

NYARI TUR AGEN
Tur agen bisa ditemukan di daerah Pham Ngu Lao. Atau biasanya, ada beberapa hostel di daerah itu yang juga menawarkan paket tur (kerjasama dengan tur agen di sekitar Pham Ngu Lao juga, sih!) Harga??? Hmmm.... mungkin lebih murah langsung ke tur agennya?? Saya tidak tahu pasti!!! Kemarin saya nyoba paket tur ke Cu Chi (half day tour) lewat hostel Vy Khanh seharga 5 dolar US. Saya lupa apa nama tur agennya.

CITY TOUR OR NOT
Pilihan ikut city tour/paket tur dan tidak sebenarnya sama saja. Saran saya...kalau cuma mau puter-puter Saigon (distrik 1 dan chinatown) lebih baik sendiri. Ada banyak sisi kota Saigon yang menarik untuk dieksplor dan asal penginapan kalian ada di daerah Pham Ngu Lao, tempat-tempat untuk narsis sekaligus belanja bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Jika ingin sedikit keluar dari Saigon, sepertinya lebih oke dengan ikut paket tur. Kecuali kalau waktu bukan hal yang kalian pertimbangkan maka kalian bisa ngeteng pakai bis umum. Jauh lebih murah memang. Khusus untuk paket tur ke luar kota Saigon, ada beberapa hal yang bisa kita dapatkan sebenarnya yang nggak didapatkan kalau kita jalan sendiri. Kebetulan tur agen yang saya ikuti punya tour guide yang oke banget. Dia bisa bercerita tentang kehidupan Saigon secara detail. Sesuatu yang mungkiiinnn.....ga akan kita dapatkan dari browsing di internet. Selain itu....ternyata tur agen yang saya pakai tidak hanya menjadikan Cu Chi Tunnel sebagai tujuan, tapi kita sempat mampir ke beberapa tempat seperti hutan karet (seriusss!!! Hutan Karet!!!) yang dari penampakannya pun mirip dengan hutan karet yang terletak di daerah Boja deket Semarang, dan handicap handicraft, yaitu sebuah workshop pembuatan suvenir khas Vietnam dimana pekerjanya adalah orang-orang cacat yang mayoritas adalah korban agent orange. 
Lalu apakah kalau jalan-jalan ga pakai paket tur itu ga asyik??? Hehehe.........siapa bilang?? Sebelum keberangkatan saya ke Saigon, saya selalu browsing tentang tempat-tempat keren di sana tapi yang belum dijadikan sebagai tujuan wisata. Saya menemukan ada suatu daerah di dekat Cao Dai Temple yang punya kuil yang terletak di atas bukit/pegunungan dengan pemandangan alam yang menurut website tersebut FANTASTIK. Dan tidak ada tur agen yang bikin paket ke sana. Saya sudah browsing segala macam angkutan yang menuju ke sana dan jawabannya cuma satu: harus ngojek dari terminal bis terdekat!!! Saya memutuskan untuk tidak jadi ke sana karena pertimbangan waktu sih.......empat hari di Saigon memang ternyata terlalu singkat bagi saya.

Jadi...mau ikut paket tur atau tidak???? Semuanya terserah anda!!!


From Saigon with Love: Nomer Saigon

Sudah jadi rahasia umum kan, kalau kita sedang traveling ke luar negri tapi ga pengen kominikasi dengan orang-orang tersayang di tanah air terputus maka salah satu caranya biar dompet ga jebol adalah....beli sim card negara tersebut!!!

Begitu pula saya.

Nah kemarin, ketika sedang blusukan di Saigon saya beli sim card Vinaphone. Belinya di galerinya sekaligus minta diregistrasikan. Setelah melewati prosedur, singkat cerita si nomor Saigon itu sudah terpasang manis di ponsel dan siap digunakan.

Slm dua hari pertama saya lancar bersms dengan teman-teman di Indonesia plus lancar 'meninggalkan jejak' di fesbuk dan foursquare. Hehe.... Nah, hingga ketika itu saya iseng ingin mengecek sisa pulsa, sembari ingin membandingkan murah mana sih harga paket data antara provider Indonesia dengan Vietnam??

Hal pertama adalah....ya ampyuuunnn....berapa ya kode yang harus dipencet kalau ingin nge cek pulsa. Saya segera mencari bekas bungkus sim card. Setelah ketemu saya langsung memasukkan angka dan tinggal menunggu jawabannya. Lamaaa tidak ada sms balasan masuk. Saya cuma mengira-ira kalau mungkin jaringannya lagi trouble. Ya sudah kalau begitu!!

Hingga keesokan harinya saya hendak menelpon orang rumah. Tapi tampaknya pulsa sudah habis, begitu perkiraan saya ketika mendengar suara operator dalam bahasa vietnam nyerocos di ponsel saya. Kebetulan di depan hostel ada warung yang jualan pulsa. Jadi, saya beli pulsa di situ. Nah, saya coba-coba nig mengeksplor menu provider yang saya pake ini. Niat saya sih pengen cari paket internet saja mengingat saya hobi banget ninggalin 'jejak' di dunia maya. Tapi...owww....yah...mengapa semuanya harus dalam bahasa Vietnam??? Petugas hostel menyarankan saya balik lagi ke galerinya Vinaphone tapi...10 menit lagi saya harus berangkat ke Mekong. Jadinya....saya matikan saja paket data di settingan hape.

Suddenly...I miss Indonesia...

Tips traveler
1. Mau beli sim card? Sebenernya di pinggir-pinggir jalan banyak yang jual. Sebelum beli vinaphone, saya beli sim card lain. Tapi...entah kenapa ga mau nyambung. Mungkin karena belum diregistrasi sementara cara registrasinya saya ga tau krn seluruh tulisan di wadah sim card berbahasa vietnam dan penjualnya pun tidak bisa berbahasa Inggris.

2. Kalau mau nggak pake mikir ya langsung datang ke galeri provider-provider itu. Itupun sebenernya masih pake mikir karena meski udah diregistrasikan, si sim card sempet mogok dan akhirnya dengan panduan petugas nya saya di direct ke operatornya. Thank's God...operatornya bisa bahasa Inggris.Oya...jangan lupa kalau mau bertanya tentang paket data, ato paket sms dan sebangsanya itu mending sekalian pas beli sim card. Jangan takut... petugas-petugas di tempat ini bisa berbahasa Inggris meskipun tidak terlalu lancar

3. Isi pulsa di Saigon? Bilang aja 'top-up' pasti mereka ngerti

4. Bingung nyari toko mana yang jual pulsa kalo ga ada papan penanda list pulsa yang dijual (seperti di Indonesia)? Cari saja toko yang ada tulisannya 'ban sim card'!!



From Saigon with Love: Puter-puter di Saigon

Oke!!! Saigon bukanlah Singapur atau KL yg punya MRT atau monorail. Saigon itu punyanya bis, taksi, xe ohm (honda om - semacam ojek) dan cyclo. Jadi....mana diantara ke empat moda transportasi tersebut yang paling ideal buat jalan-jalan??? Sebelum menjawab, saya akan bercerita dulu mengenai keempat moda transportasi tersebut.

1. Taksi
Pada umumnya taksi di Saigon bisa dibagi menjadi dua golongan: taksi 'nakal' dan taksi 'baik-baik'. Seperti di Indonesia, taksi 'nakal' itu adalah taksi yang pakai argo kuda. Kalau taksi 'baik-baik' ya tentu saja taksi yang argonya bukan argo kuda.
Nah...kalau di Saigon dan memang kepepet harus naik taksi, pilihlah taksi Mai Linh atau Vinasun. Hati-hati!!! Di Saigon banyak taksi Vinasun atau Mai Linh KW. Artinya banyak taksi abal-abal yang penampakan taksi dan seragam supirnya mirip dengan kedua taksi yang direkomendasikan itu. Nama taksinya pun di buat mirip. Vinasun jadi Vinasum... Ya seperti itulah! Maka, telitilah sebelum memilih taksi, dan selalu memilih supir taksi yang berdasi. Taksi yang berargo kuda biasanya supirnya tidak berdasi.
Rate taksi di sana??? Hehe...semurah-murahnya taksi tetep aja bukan moda transportasi ideal buat keluling Saigon.

2. Cyclo
Ini semacam becak. Banyak ditemui di tempat-tempat wisata. Para tukang cyclo biasanya sudah paham banget dengan tempat-tempat mana yang biasanya jadi tempat favorit untuk didatangi oleh para wisatawan. Satu hal yang harus dipertimbangkan jika kita akan menggunakan moda transportasi ini adalah masalah harga. Overprice memang sudah hampir pasti. Tapi ada beberapa wisatawan yang mengaku para tukang cyclo ini seenaknya melanggar kesepakatan harga. Nah, kalau memang ngebet pengen puter-puter pakai cyclo gimana?? Seorang bule di hostel bercerita kalau harga yang sudah disepakati ditulis di atas kertas. Jadi biar ada semacam bukti hitam di atas putih. Lalu, benar-benar perhatikan waktu karena penentuan harga biasanya bergantung dengan waktu. Jangan sampai lewat dari waktu yang telah ditentukan. 5 menit saja sudah bisa bikin si tukang cyclo mencharge extra fee yang kadang ga masuk akal!!

3. Bis
Bis di Saigon terdiri dari dua macam. Bis yg lumayan bagus dan bis setipe mayasari bakti. Murah....tapi selalu aware dengan barang bawaan ya!! Rawan copet soalnya

4. Xe om/Honda om
Modusnya kayak cyclo. Suka overprice.

Nah jadi....naik apa dong kalau mau keliling Saigon??
Tempat-tempat favorit wisatawan sebenarnya letaknya tidak terlalu berjauhan. Jadi mending jalan kaki!!

From Saigon with Love: Lost in Saigon



Menurut saya, nggak seru kalo acara ngetrip itu nggak pake nyasar. Hehehe....!!!! Ya...saya adalah manusia yang paling sering nyasar kalau lagi ngetrip. Tapi, seringnya, acara nyasar ini berbuah hal yang manis: jadi ngerti sisi lain tempat ngetrip yang orang lain belum tentu tahu!

Tapi, selama ini saya seringnya nyasar di negara-negara yang notabene rata-rata penduduknya ngerti bahasa Inggris. Jadi no problemo buat saya! Terus gimana kalau kita nyasar di negara yang
penduduknya bahkan aparatnya nggak ngerti bahasa Inggris??

Ada sedikit cerita menggelitik waktu saya ngetrip ke Saigon kemarin. Ceritanya, saya kan solo traveling waktu itu. Nah pada awal kedatangan di bandara Than Son Nhat, saya berkenalan dengan traveler lain dari Jakarta dan singkat cerita selama satu setengah hari kita jalan bareng ke mana-mana. Kebetulan, para travelmate saya yang baru itu semuanya adalah pria. Jadi destinasi yang mereka tuju rata-rata destinasi yang beraura cowok. Salah satunya, mereka pingin berbelanja barang-barang perlengkapan perang dan memang di Saigon ada satu tempat  yang khusus menjual barang-barang itu dengan harga murah.

Setelah bertanya pada seseorang tentang arah menuju Cho Dan Sinh (pasar yang menjual barang-barang perang) maka kami berempat berjalan ke sana. Berbekal peta di tangan, kami menyusuri jalanan Saigon yang waktu itu habis diguyur hujan. Sampai di area Cho Dan Sinh, kami sedikit terperangah. Yang terlihat di sekitar area itu adalah toko-toko yang menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti ember plastik, magic jar, kompor, dan ada juga deretan toko yang menjual alat-alat perbengkelan semacam bor, mur, dan baut. Nah...lalu di mana perlengkapan perangnya??

Kesalahan kami:

  1. Kami lupa kalau yang namanya pasar itu tutup jam empat sore. Jadi, ketika kami tiba di sana sekitar jam empat, tentu saja kami nggak bisa masuk ke dalam pasar. 
  2. Kami ini bermain dengan persepsi sendiri. Dalam bayangan kami ada sebuah bangunan besar yang khusus menjual barang-barang keperluan perang tersebut. Jadi, ketika kami melihat disekitar cuma ada toko mur dan toko plastik...pasti bukan di sinilah tempatnya!
Oke!!! Hal pertama yang kami lakukan adalah bertanya! Bertanya (tentunya dalam bahasa Inggris) kepada pak satpam sebuah bank. Terjawab?? Tentu tidak!!! Pak satpam ini tidak bisa berbahasa Inggris. Lalu kami mulai random, mencari siapa saja yang mau ditanya dan....ya..selamat datang di negara dimana bahasa Inggris itu adalah bahasa yang bukan menjadi bahasa favorit untuk digunakan. Yang terjadi....kami malah serasa seperti main kuis jadul yang dulu ngetop banget...Win, loose, or draw! Berbekal peta, kertas, dan kemampuan gambar seadanya, kami berusaha menerangkan apa yang sedang kami cari.

Putus asa karena mereka tidak kunjung mengerti akhirnya kami memutuskan untuk mengitari daerah Cho Dan Sinh itu. Dan...tetap tidak ketemu!!!
Akhirnya, dengan gontai kami berjalan pulang...

TIPS TRAVELER
1. Nyasar di Saigon dan bukan di daerah wisata itu disaster banget. Karena nggak ada satupun yang bisa kita tanya. Umumnya mereka buru-buru menghindar begitu melihat ada wisatawan asing dengan tampang bingung menghampiri mereka. Bahasa Inggris bukan bahasa yang familiar bagi mereka.
2. Kalo terlanjut nyasar??? Mending buru-buru browsing. Cari tau ke mbah google atau andalkan google map. Kadang-kadang peta yang didapat di bandara itu nggak terlalu lengkap. Nah masalah saya ada pada persepsi ternyata. Dan sebenernya setelah diulik lagi, ternyata kami nggak nyasar. Gimana kalau sudah mentok dan tetep nyasar?? Siap-siap bolpen, kertas, dan bahasa Inggris paling sederhana, deh! Dan kalau memang harus menyebut nama tempat, mending nama tempatnya ditulis saja dan biarkan yang ditanya membaca. Karena kadang, kita sering salah mengucapkan nama tempat tersebut (seperti 'ch' yang dibaca 'c' dan 'c' yang dibaca 'k'....)
3. Berdoa biar yang ditanya akhirnya ngerti maksud kita

From Saigon with love: Saigon Street Food





Saigon itu surganya cemilan pinggir jalan. Sepanjang pagi hingga malam hari selalu ada beberapa penjual cemilan dan minuman yang mangkal di ruas-ruas trotoar. Beberapa kali saya mencoba untuk membeli 'cemilan-cemilan' tersebut. Enak dan harganya murah. Rata-rata sekitar 20 ribu Dong atau sepuluh ribu rupiah. Di bawah ini cemilan yang sempet dicoba oleh saya.












1. Onde-onde
Onde-onde
Serius!! Di Saigon onde-onde dijual sebagai street food. Saya nemu di emperan dekat terminal bis Ben Tanh. Apa bedanya dengan onde-onde Indonesia?? Onde-onde di sini lebih renyah dan nggak pake isi. Tapi menurut berbagai sumber bisa juga divariasikan dengan berbagai isi seperti coklat atau kacang.





Bot Chien


2. Bot chien
Nah ini salah satu street food kegemaran. Dibuat dari telur yang diaduk dengan potongan-potongan gorengan yang katanya terbuat dari semacam tepung beras, lalu diberi kuah kecap ikan dan saus sambal. Rasanya kenyal-kenyal gurih.








3. Muc Chien Nuoc Mam
Apa itu??? Hihi...semacam cumi tapi besar dan diasinkan yang kemudian dibakar lalu diiris (dengan gilingan) sehingga hasilnya adalah potongan-potongan daging yang panjang. Enak??? Enak bangeeeettt!!!










4. Yang satu ini saya ga tau namanya. Lupa nanya tepatnya. Tapi ini adalah campuran dari pipilan jagung, bawang bombay, paprika, dan berbagai macam bahan lainnya yang dimasak bersama saus sambal botolan lalu dibungkus oleh semacam kulit lumpia (biasa disebut rice paper) lalu dibentuk jadi setengah lingkaran dan sedikit dipanggang sehingga renyah. Rasanya?? Asam pedas dan sedikit manis.


5. Es tebu
Mirip dengan versi Indonesia hanya saja es tebu di sini diberi perasan jeruk nipis. Hasilnya??? Seger banget!!!

6. Es milo
Ketika saya memutuskan beli es milo dipinggir jalan saya membayangkan es milo yang suka dijual di Indonesia. Tapi ternyata saya salah. Es milo di Saigon benar-benar es dalam arti sebenarnya. Jadi, bubuk susu milo yang dicampur dengan sedikit air demi membuat bubuk milo itu menjadi sedikit cair (mungkin kurang tepat disebut cair. Bayangkan saja selai coklat. Nah, seperti itulah milo yang 'dicairkan'). Setelah itu diberi sejumlah es batu dan....voila!!!! Es milo siap dinikmati.

Sebenarnya masih banyak street food lain yang bertebaran di pinggir jalan. Ada wafel (tanpa es krim tentunya) yang bisa dibeli di emperan depan kantor pos pusat, ada pisang goreng, sate ayam bumbu wijen, dan masih banyak lagi. Yang jelas....cemilan-cemilan itu sangat acceptable oleh lidah orang Indonesia.
Jadi jangan lupa belanja street food kalau jalan-jalan di Saigon ya....

TIPS NYEMIL
Buat muslim traveler, selalu bertanya ya apakah mengandung daging babi atau tidak....

From Saigon with Love: Lapar Mata

Beruntungnya jalan-jalan di negara yang kurs mata uangnya lebih rendah dari kita. Kita berasa kaya di sana. Itu yang terjadi dengan saya kala main ke Ho Chi Minh. Duit yang saya bawa dari Indonesia setiba di sana jumlahnya menjadi dua kali lipat. Duh!!! Rasanya gimana gitu....hehehe!!

Belum lagi ditambah kenyataan bahwa belanja di sana murah banget nget nget! Dan bikin lapar mata!!! Huaaa!!!

Tempat belanja paling favorit....tentu saja Ben Tanh Market. Barang apa saja ada di sana. Kaos bintang merah, kaos palu arit, aneka macam suvenir, ao dai, kopi, cemilan khas vietnam...you named it!!! Kalau ga inget malu, mungkin saya sudah menggelar tenda di depan Ben Tanh biar tiap hari puas blusukan di situ.

Cho Ben Tanh
Selain itu, toko suvenir di Kantor Pos pusat juga bikin saya harus rela menginvestasikan Dong saya di situ. Banyak suvenir-suvenir lucu dan unik yang ga tersedia di Ben Tanh. Tapi, berbeda dengan Ben Tanh yang bisa ditawar sampai mampus, di Kantor Pos harga suvenirnya adalah harga pas!!!

Toko Suvenir di Kantor Pos Pusat
Bagi para pencinta barang-barang perang seperti topi tentara, jaket/rompi tentara...pokoknya yang berbau-bau militer, mampir saja ke Cho Dan Sinh. Jangan bayangkan kalau tempat ini adalah satu pasar besar yang isinya khusus perlengkapan perang. Perlengkapan-perlengkapan perang itu harus berbagi tempat dengan perlengkapan rumah tangga dan peralatan teknik.

Cho Dan Sinh...tempat berburu barang-barang militer
Bagi para pemburu LP (guidebook traveling yang paling terkenal itu) maka sepanjang Pham Ngu Lao adalah surganya. LP di sana dijual murah-murah tapi tentu saja...bajakan!!

Masih di area Pham Ngu Lao, di sana juga terdapat beberapa toko suvenir. Barang-barangnya adalah perpaduan antara barang-barang suvenir yang dijual di Ben Tanh dengan suvenir yang dijual di kantor pos. Masih bisa ditawar sih...tapi tidak se asoy nawar di Ben Tanh.

TIPS LAPAR MATA
1. Nawar di Ben Tanh itu asoy. Tapi perlu keteguhan hati dan kekeraskepalaan. Biasanya saya bisa mendapatkan harga sepertiganya dari harga yang ditawarkan. Jangan percaya dengan bujuk rayu penjual yang bilang kalau barang mereka high quality dan sebagainya.
2. Bagi yang pengen beli Ao Dai (baju tradisional wanita Vietnam) bisa beli di Ben Tanh atau jahit di sana. Sehari jadi.
3. Usahakan bayar belanjaan dengan Dong. Sebenarnya dolar diterima dan mereka berharap kita bayar dengan dolar. Tapi sekali lagi, kadang-kadang kurs dolar mereka variatif. Jatuhnya bisa lebih mahal dari harga seharusnya dalam Dong



Menjadi Backpacker

Banyak orang suka traveling. Saya pun demikian. Tapi, banyak orang berpendapat bahwa traveling itu mahal. Sehingga mereka terpaksa memendam hasrat traveling. Padahal seharusnya traveling itu kebutuhan. Tiap orang butuh berganti suasana sejenak dan lepas dari rutinitas.

Sebenarnya, traveling itu nggak melulu mahal. Ada banyak cara untuk jalan-jalan murah. Menjadi backpacker atau berjalan-jalan ala backpacker merupakan salah satu cara untuk jalan-jalan murah. Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan jadi backpacker itu ribet karena semuanya harus diurusin sendiri.

KENAPA BACKPACKER...
1. Tentu saja agar bisa jalan-jalan murah.
2. Bisa lebih 'kenal' dengan destinasi dan kaya pengalaman. Bukan rahasia umum kan kalau ikutan tur itu biasanya hanya sangat di 'permukaannya' saja karena waktu kunjungan yang terbatas dan kita hanya perlu duduk manis dan nyampeee deh!!!
3. Nambah teman. Para backpackers biasanya selalu nginep di hostel, sekamar dengan orang lain. Nah masa beberapa hari sekamar bareng ga tegur sapa sih??
4. Masih terkait dengan poin ketiga, kita bisa nimba banyak ilmu tentang destinasi yang sedang kita kunjungi yang mungkin nggak kita dapatkan di internet atau buku panduan manapun
5. Bisa memenuhi hasrat 'petualang' kita.
6. Jalan-jalannya jadi lebih berkesan

BACKPCKER ITU...
1. Lebih milih untuk menggunakan transportasi umum yang semurah mungkin. Misal MRT, bis, atau kereta api.
2. Lebih milih tinggal di hostel (dorm) ketimbang tinggal di hotel
3. Lebih mencintai ransel daripada koper. Karena ransel lebih fleksibel jika harus naik turun tangga, atau misalnya harus menjelajah daerah yang medannya sulit.

BIAR BACKPACKERANNYA ASYIK...
1. Riset, riset, dan riset!!! Sebelum berangkat harus riset betul tentang destinasi yang mau didatangin. Tentang sistem transportasinya, penginapan, tempat-tempat keren yang layak didatangi, do's & dont's di negara itu...pokoknya semua deh!!
2. Siapin mental. Jalan-jalan murah memang nggak senyaman seperti jalan-jalan mahal. Kita harus jadi tour leader bagi diri kita sendiro. Dan bisa jadi akan lebih capek karena harus banyak berjalan kaki.
3. Berteman. Iya...bertemanlah dengan teman-teman di hostel. Informasi berharga bisa didapatkan dari sana
4. Berbaur dengan masyarakat lokal. Dan gali fakta-fakta menarik tentang tempat yang sedang dikunjungi.
5. Ketimbang wisata kuliner ke resto-resto mahal dan berkelas, street food dan hawker food lebih menantang dan patut untuk dicoba.

From Saigon with Love: Angkat Senjata di Cu Chi Tunnel

Saya dan AK 147
Salah satu cita-cita saya dulu kalo jalan-jalan ke Saigon adalah mengunjungi Cu Chi (baca: ku ci) Tunnel. Wajib hukumnya. Alasannya simpel saja. Saya kepingin main tembak-tembakan pakai AK 147!!! Jadi, ketika pada akhirnya saya mempunyai kesempatan untu blusukan ke sana, Cu Chi Tunnel jadi top priority destination yang harus saya datangi.

Cu Chi Tunnel terletak di distrik Cu Chi, sekirar satu setengah jam hingga dua jam perjalanan dari Saigon. Dulu tempat ini digunakan oleh tentara Viet Cong bergerilya melawan tentara Amerika pada masa perang Vietnam.

Tempat ini asyik banget. Di sini, kita bisa melihat trickynya para tentara Viet Cong itu dalam melawan tentara Amerika. Ada bermacam-macam jebakan yang menurut saya cukup safis yang dulu digunakan untuk menjebak tentara Amerika. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana kehidupan di dalam tunnel itu berlangsung. Bagaimana bisa keberadaan mereka bisa tidak diketahui oleh tentara Amerika. Satu kata kala saya mendengar penjelasan ini adalah: JENIUS!!!

Deretan contoh jebakan di Cu Chi Tunnel
Fox Trap
Nah, para wisatawan  dapat juga melakukan simulasi amat singkat menyusuri tunnel. Ada dua macam tunnel sebenarnya. Yang pertama adalah tunnel yang memang diperuntukkan bagi para wisatawan. Tunnelnya tidak terlalu sempit. Tapi...saya memilih tunnel satunya yang jauh lebih sempit dan gelap. Saya cuma ingin merasakan secara nyata sekilas kehidupan para gerilyawan dulu beserta keluarganya. Dan...seru banget sekaligus capek banget karena sepanjang menyusuri tunnel, saya harus jaln jongkok.

Setelah simulasi di dalam tunnel itu selesai, akhirnya bagian tang saya tunggu-tunngu datang juga. Yaaay!!! Saya bisa angkat senjata, bermain-main dengan AK 147 impian saya!! Paket penyewaannya adalah sepuluh peluru. Dan seperti yang telah diduga sembilan peluru saya habiskan percuma. Untungnya saya bisa tepat mengenai sasaran dengan peluru terakhir. Yaayy!!!

Sebenernya belum puas sih main tembak-tembakan hanya dengan sepuluh peluru. Mengingat yang sembilannya gagal total. Tapi..berhubung Dong di dompet mulai menipis jadi saya terpaksa menahan hasrat untuk main tembak-tembakan lagi.

Ah, someday saya harus mengulanginya lagi!!!

TIPS TRAVELER
1. Kalau mau ke sini disarankan untk ambil paket half day tour atau one day tour yang dicombine dengan tur ke Cao Dai temple. Kemarin saya ambil paket half day tour seharga lima dolar US dari hostel tempat saya mengunap dan ternyata saya beruntung banget bisa mendapatkan guide yang bisa cerita banyak tentang Vietnam. Kalau mau pergi sendiri sih bisa saja. Ada bis yang menuju ke sana. Bisa di googling bis nya yang mana.

2. Bagi yang takut gelap dan sempit disarankan untuk masuk tunnel yang memang disediakan untuk turis.

3. Bawa air minum karena mengeksplor tempat ini cukup melelahkan

From Saigon with love: Menghirup udara Saigon

Pukul delapan lewat sepuluh. Roda pesawat perlahan menyentuh landasan Bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh City. Aah...saya jadi deg-degan! Seperti mau ketemu pujaan hati saja. Dari jendela pesawat terlihat kerlip lampu yang bikin Saigon terlihat indah. Uuugghh!!! Tak sabar saya untuk segera menghirup udara Saigon.

Turun dari pesawat. Nggak nyangka sekali bandaranya keren. Bersih. Dan cukup nyaman. Persepsi saya adalah bandaranya ga semegah ini. Mengingat Saigon kan belum lama lepas dari perang yang melelahkan itu.

Oke...!!! Ini sudah jam 8 malam. Dan bis kota yang melayani jalur bandara ke Pham Ngu Lao sudah habis waktu beroperasinya. Maka taksi adalah satu-satunya pilihan.Taksi di Saigon ini dilematis. Menurut cerita, banyak taksi-taksi 'nakal' di sana. Jadi harus selektif banget.

Keluar dari imigrasi, saya menemukan deretan money changer di sana. Dolar di dompet harus segera ditukar nih! Jadi saya menukar dolar di salah satu money changer itu. Baru saja mau nanya ke mbak-mbak money changer dimana saya bisa mendapatkan taksi, eh...di sebelah ternyata ada konter Vinasun Taksi. Salah satu taksi recommended di Saigon. Jadi saya mendaftar ke situ Sekitar 170ribu Dong harga yang saya dapat dari bandara hingga penginapan.

Saya bersiap-siap naik taksi. Oleh petugas konter saya diantar hingga ke bagian luar bandara. Hangatnya udara Saigon menerpa. Saigon...kuhirup udaramu!!

TIPS TRAVELER
1. Selalu bawa dolar apabila berkunjung ke vietnam untuk kemudian ditukar ke Dong. Penukaran uang di bandara hendaknya jangan terlalu banyak jumlahnya karena rate di bandara sebenarnya bukan best rate. Jangan buru-buru menukar. Tunggu sampai banyak wisatawan yang menukar hingga nantinya para money changer itu berlomba-lomba memberikan best rate

2. Sebenarnya ada banyak cara untuk mendapatkan taksi. Salah satunya adalah naik ke terminal keberangkatan. Tapi.....kalau males ribet...segera datangi konter Vinasun Taksi tepat di depan pintu keluar bandara. Best advice, untuk para solo traveler ada baiknya kenalan denga para backpackers lain kala ngantri imigrasi di bandara agar bisa diajak share taksi pada nantinya. Believe me, hampir semua wisatawan itu ngetemnya di Pham Ngu Lao



From Saigon with love: check in!!

Ca mon.... Saya turun dari taksi yang membawa saya dari bandara menuju daerah Pham Ngu Lao. Vinasun Taxi, begitu namanya. Salah satu taxi yang terpercaya di Saigon. Lalu saya menyusuri gang tepat di sebelah bangunan bernomor 246. Yay!!! Awalnya saya sedikit bingung. Berbeda dengan di Indonesia, gang di sini tidak memakai nama gang melainkan hanya dinamai dengan angka-angka. Sedangkan nama jalannya mengikuti nama jalan besar tempat di mana gang itu berada.

Menyusuri gang beberapa saat lalu sampailah saya di sebuah hostel kecil yang memang sudah saya pesan sebelumnya. Saigon Youth Hostel. Seperti peraturan hostel pada umunya, sebelum masuk saya harus menyimpan alas kaki di dekat pintu masuk. Ada loker khusus alas kaki di situ.

Setelah saya melakukan check in, ada satu hal yang berbeda yang saya alami. Di Vietnam, pada umumnya paspor ikut 'didepositokan' di hostel. Jadi....kita akan baru bisa megang paspor kita lagi pada saat kita check out dari hostel. Hmmm...sesaat saya merasa jadi manusia tanpa identitas di kota ini. But rules always be rules!! Jadi....ya sudahlah!!! Saya berharap kalau ada apa-apa di Saigon nanti, semoga KTP Indonesia saya bisa berlaku 😜

Nah....jauh sebelum saya ngabur ke Saigon sendirian, beberapa kali saya googling tentang Saigon. Ada beberapa keluhan di review hostel-hostel di Saigon yang mengatakan bahwa hostel di sini seenaknya. Kadang meski kita sudah memesan dormitory yang khusus diisi oleh pata wanita saja, namun kondisi di lapangan kadang berbalik arah. Seperti pengalaman saya...jauh-jauh hari saya sudah memesan female dorm lewat hostelworld. Tapi malam ketiga, dua pria bule prancis nyasar masuk ke dorm saya dan ternyata itu semua berkat pengaturan dari pihak hostel!!
Saya protes, sih!!! Dan tetap saja mereka keukeuh bahwa salah satunya solusi adalah...saya pindah ke kamar lain dan yang tersisa adalah private room yang tentunya harganya juga lebih mahal.

Nah, salah satu enggak enaknya nginep di hostel di Saigon adalah...kamu harus punya kali sekuat baja untuk mendaki tangga setinggi lebih dari tiga lantai setiap harinya.
Hostel di sini biasanya terletak di bangunan semacam ruko tapi berlantai banyak!!! Pengalaman saya nih, toap hari naik turun tangga sebanyak 5 lantai bener-bener bikin gempor, terutama setelah blusukan seharian dari jam 9 pagi sampai menjelang midnait...

Tapi...ada dua 'kemewahan' yang nggak saya dapat di hostel-hostel di negara lain. Satu: kamar mandinya adalah kamar mandi yang bukan berjenis share bathroom. Alias tiap kamar ada kamar mandinya meski kamar itu bertipe dorm dan dipinjamin handuk. Gratis!!! Yang kedua: sarapannya full service...artinya dilayani. Tinggal bilang ke resepsionis saja mau sarapan apa terus kita tinggal duduk manis dan beberapa saat pesenan kita datang... Dan kita nggak usah repot-repot cuci piring sendiri loh!!! Hihihi!!

Ah, Vietnam memang seru!!!

TIPS TRAVELER:

1. Sebelum menitipkan paspor ke hostel ada baiknya no paspor kita catat terlebih dulu. Ini sangat berguna bagi kita yang mau beli pre paid sim card di sana atau untu jaga-jaga saja misal ada apa-apa ketika kita jalan-jalan di Saigon dan sekitarnya

2. Ingat-ingat betul dan catat baik-baik nama hostel dan alamatnya. Berguna juga bila kita mau beli pre paid sim card tapi lupa nomor paspornya

3. Buat para pemesan female dorm: ada baiknya ketika check in pertama kali kita menekankan ke resepsionisnya kalau kita memesan FEMALE DORM dan tidak bisa sekamar dengan traveler pria. Atau kalau budgetnya ada sedikit lebihan...bisa langsung upgrade ke private room.

4. Disarankan banget untuk nyari penginapan di daerah Pham Ngu Lao karena itu adalah kawasan untuk wisatawan dimana aturan jam malam tidak diberlakukan dengan ketat dan suplai hostel yang cukup berlimpah.

Booking tiket lewat Air Asia app

Setelah biasanya memesan tiket air asia lewat websitenya, kali ini saya mencoba buking tiket lewat air asia apps yang ada di ponsel. Selama ini, saya selalu menggunakan apps nya air asia hanya untuk mengecek harga tiket dan mobile check in saja.

Ternyata lebih praktis buking tiket via mobile apps. Salah satu kepraktisannya adalah....tidak adanya pertanyaan tentang no paspor dan expire date nya. Hehehe..saya paling males kalo disuruh ngapalin deretan angka.

Haha...sebenernta cuma itu saja sih kelebihan buking tiket lewat apps ketimbang lewat website.

Silakan mencoba ya...

Appsnya sudah tersedia untuk blackberry, android,  dan iphone/ipad.


Published with Blogger-droid v2.0.1

Tips traveling: MRT, metro, subway, underground...itu teman baik kita!!!



Kalo kita ngetrip di luar negri.....untuk menekan biaya seminimal mungkin..salah satunya adalah dengan memanfaatkan MRT a.ka MTR a.ka Metro a.ka Underground!!!
Kenapa begitu..??
Karena memang jauh lebih murah berkelana menggunakan moda transportasi itu dibanding dengan bertaksi-taksi ria...dan...the best thing adalah....GA KENA MACET!!!
Biasanya nih, para backpacker benar-benar mengandalkan moda transportasi ini. Dan biasanya....ada tiket-tiket MRT dengan berbagai kategori...semacam Octopuss card (HongKong), Tourist Pass (Singapore) ato Ez link, dan lain-lain yang amat berguna buat turis-turis yang tingkat mobilitasnya tinggi. 

Etika Naik MRT
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau kita menggunakan moda transportasi ini.
  • Ketika pintu MRT terbuka....selalu utamakan yang keluar terlebih dahulu baru setelah semuanya keluar kita masuk.
  • Kadang-kadang ada bangku-bangku tertentu yang disediakan untuk kaum difabel dan ibu hamil. Selama belum ada yang duduk di situ dan di sekitar kita ga ada kaum difabel, ibu hamil, dan orang yang sudah renta...saya kira sih ga papa kalau mau duduk di situ. Tapi...begitu salah satu dari ketiga yang disebut di atas itu ada....please...let them occupied that seat.
  • Kadang dalam keadaan berjubel kita dapat tempat berdiri tepat di depan pintu keluar. Oke-oke saja kok!!! Asal ketika MRT itu berhenti di stasiun...kita harus menepi dan memberi jalan orang-orang yang mau keluar tanpa harus diminta
  • Buat yang barang bawaannya banyak banget.....sangat ga disarankan naik MRT!!!