Tampilkan postingan dengan label from Saigon with love. Tampilkan semua postingan

From Saigon with love: Nyeberang

Bagi sebagian wisatawan, menyeberang di jalanan kota Saigon itu sungguh menantang. Buat yang terbiasa hidup di kota atau negara yang lalu-lintasnya serba teratur, maka menyeberang di Saigon itu bisa membuat stres. Seperti banyak kata orang di situs-situs perjalanan, Saigon itu bisa dibilang sebagai the capital of motorcycle atau ibukotanya sepeda motor. Artinya, banyak sepeda motor berlalu-lalang di jalanan Saigon. Yang membuat sebagian wisatawan itu merasa ngeri adalah karena gaya mengendarainya yang terkesan asal-asalan.

Teman saya berkata, "Seharusnya kamu nggak usah kuatir tentang lalu lintas Saigon. Kamu kan penduduk Indonesia! Mestinya kamu sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu." Saya cuma terkekeh. Tapi apakah memang betul begitu?

Satu hal yang sedikit membuat saya harus beradaptasi dengan masalah seberang-menyeberang itu adalah, perbedaan jalur berkendara mereka. Di Indonesia, kita terbiasa berjalan di sisi kiri, kan? Di sana, mereka berjalan di sisi kanan. Malam pertama saya berada di sana, saya harus membiasakan diri dengan 'tengok kiri dulu baru kanan'. Dan jika harus menyeberang di dekat belokan maka, sekali lagi, di Saigon belok kanan adalah jalan terus! Setelah masa adaptasi itu teratasi, maka menyeberang di jalanan kota Saigon memang tak ubahnya menyeberang di jalanan Indonesia.

Empat hari saya berada di sana, tak satupun saya melihat ada kejadian penyeberang ditabrak atau tertabrak motor. Tidak pernah juga terdengar orang memaki akibat masalah penyeberangan itu. Pengalaman saya, meski mereka terlihat asal namun sebenarnya mereka punya tingkat kewaspadaan yang cukup baik terhadap para pengguna jalan lainnya. Jadi, jika ada orang tiba-tiba menyeberang dan menyeberangnya tidak di tempat semestinya, mereka selalu memberi kesempatan pada para penyeberang untuk menyeberang lebih dahulu. Demikian pula jika mereka harus berkendaraan di trotoar. Sebagai info, trotoar di Saigon juga berfungsi sebagai tempat parkir motor. Jadi, bukan hal yang aneh jika ada orang yang berkendara di trotoar Nah, mereka tak segan-segan membunyikan klakson untuk memberitahu kalau mereka hendak lewat dan kita menghalangi mereka. Kalau kita tidak menepi, maka mereka tetap melaju namun perlahan dan memberi tahu kita dengan sopan. 

Terkait dengan masalah wisatawan yang takut menyeberang di jalanan Saigon, beberapa kali saya menyeberangkan wisatawan-wisatawan Jepang dan Australia. Terkadang saya juga merasa ada yang nebeng nyeberang ketika saya sedang menyeberang. Tak jarang saya mendapatkan pujian karena cukup berani dan tegar menyeberang di jalanan Saigon. Saya cuma nyengir saja. Dan ingatan saya langsung terbang ke jalanan di tanah air. 
Sedihnya, saya harus mengakui bahwa jalanan di Saigon ternyata masih jauh lebih ramah daripada jalanan di Jakarta......

From Saigon with Love: Pho!

Pho adalah 'makanan sejuta umat' orang Vietnam. Rasanya nggak afdol kalau ke Vietnam tapi nggak nyobain pho. Pho ternyata sudah jadi menu favorit saya kala main ke Saigon kemarin. Semangkuk mi, kecambah, dengan semacam daun kemangi yang rasanya lebih menyengat dari daun kemangi Indonesia, dan beberapa daun-daunan bercitarasa kuat menyengat, biasanya diberi irisan daging (sapi, babi, atau ayam) dan disajikan dengan perasan jeruk nipis plus semacam saus yang cair banget berwarna mirip kecap. Kadang-kadang dikombinasikan dengan bakso.
Rasanya....??? Seger!!! Ga eneg!!! Dan bikin ketagihan....

Pho ini adalaha jenis street food yang sangat populer di Vietnam. Di Saigon sendiri, penjual pho banyak dijumpai. Mulai dari penjual kaki lima di trotoar atau di pinggir-pinggir jalan sebuah gang, hingga ke kelas resto. Di Saigon, yang terkenal adalah Pho 2000. Terkenal karena konon, mantan Presiden Amrik Bill Clinton pernah datang dan makan di tempat ini!!! Ada pula pho 24 yang dikemas dalam konsep fast food.

Waktu di Saigon kemarin, saya mencoba mencicipi pho di Pho 2000 karena mereka punya menu pho vegetarian. Semangkuk pho vegetarian dihargai sekitar dua puluh lima ribu rupiah. Plus es lemon squash,. Tadinya saya ingin mencoba spring roll nya yang terkenal itu, tapi sayangnya mengandung pork. Jadi saya terpaksa mengurungkan niat untuk mencicipi spring roll nya.

Bagi saya, pho cocok dimakan sepanjang hari. Di gang tempat hostel saya berada, di pagi hari, semerbak kuah pho dengan irisan daging kemerahan (hehehe.....yup betul!!! Itu pork!) membuat saya harus menahan diri untuk tidak ikut duduk di dingklik plastik kecil, berbaur dengan masyarakat lokal dan makan di sana!!!!  Hingga malam hari, masih banyak penjual pho yang berada di jalanan.

Warung Pho di pinggir jalan


Wah....jadi kangen makan pho.....!!!


From Saigon with Love: Speechless di War Remnants Museum


War Remnants Museum adalah salah satu tempat di Saigon yang bikin saya salut banget dengan pemerintah Vietnam pada umumnya. Tempat ini bukan sekedar museum sejarah dan perjuangan menurut saya. Tapi suatu simbol 'keberanian' dari pemerintah Vietnam untuk menyuarakan masa lalunya meski berbeda dengan apa yang telah dituturkan selama ini sekaligus menceritakan bagaimana efek dari Perang Vietnam itu terhadap kehidupan orang Vietnam saat ini. 


Pernah denger kan tentang Perang Vietnam yang berlangsung selama lebih dari 19 tahun?? Kalau madih bingung tentang apa perang Vietnam itu....silakan buka wikipedia, deh!! Nah, museum ini bercerita tentang kejadian selama perang Vietnam itu berlangsung....tentu saja dari kacamata Vietnam. Sekedar informasi, orang Vietnam menyebut 'Perang Vietnam' itu dengan 'American War' atau 'Perang Amerika'

Museum ini dibagi menjadi beberapa tema. Tema yang pertama bercerita mengenai propaganda yang digunakan selama perang,. Tema kedua bercerita mengenai efek dari Agent Orange, dan tema yang ketiga menceritakan tentang perang Vietnam itu sendiri dari kacamata negara Barat.  Di bagian luar, selain menampilkan beberapa kendaraan dan tank yang digunakan selama Perang Vietnam, ada satu bagian yang menarik tapi lumayan bikin kita ngeri, yaitu bagian yang bercerita tentang ruang penyiksaan. Di  bagian ini kita bisa mengetahui teknik-teknik penyiksaan yang dilakukan pada masa perang dahulu sekaligus alat-alat penyiksaannya. 
Silakan dibaca...teknik-teknik penyiksaannya
'tiger cage' dulu para tawanan dimasukkan ke dalam kandang ini
Goulettine
Di dalam museum

Meski ini museum yang bercerita tentang perang, tapi museum ini jauh dari kesan spooky. Dan, terlepas dari kontroversi yang sering timbul dari para pengunjung (saya sempat mendengar perdebatan seru dari dua orang pengunjung bule), museum ini sangat layak untuk dikunjungi.  



TIPS TRAVELER
1. Museum ini buka dari jam setengah delapan pagi hingga jam dua belas, istirahat siang dari jam dua belas hingga jam satu, dan buka lagi dari jam setengah dua hingga jam lima
2. Kemarin saya datang sekitar lima belas menit sebelum jam istirahat. Is it matter?? Tidak!!! Karena setelah istirahat saya datang lagi ke tempat ini dengan menggunakan tiket yang telah saya beli sebelumnya.
3. Harga tiket?? Seingat saya sekitar 15.000 Dong atau sekitar Rp. 7500,00


From Saigon with Love: Taman Kota


Saya jatuh cinta dengan taman kota di Saigon. Mungkin kalau dilihat dari penampakannya biasa saja. Masih lebih cantik taman-taman kota di negara barat sana. Tapi nyatanya saua betah banget menghabiskan hari di tempat-tempat itu. Ah, pusat kota Saigon memang diberkahi dengan kehadiran taman kota yang meski tidak terlalu banyak tapi bisa bikin adem dan betah bagi orang-orang yang nongkrong di situ.

Taman kota di Saigon sebenarnya lebih mirip dengan 'hutan' kecil di tengah kota. Pohon-pohon tinggi yang rimbun dengan kursi-kursi taman, serta bebas sampah membuat saya begitu betah berada di sana. Terkadang di salsh satu sudutnya ada tempat bermain khusus bagi anak-anak (playground). Ada pula taman kota yang berwujud benar-benar seperti taman, tanpa pohon-pohon yang tinggi menjulang tapi nyaman banget sebagai tempat duduk-duduk menikmati sore sambil melihat anak-anak muda yang asyik bermain bola.
Di sini, taman kota benar-benar milik rakyat. Keluarga-keluarga muda yang sedang menikmati quality time nya, para remaja yang asyik bermain, muda-mudi yang sedang pacaran, atau seorang 'penjelakah' seperti saya yang sedang 'berkenalan' dengan tempat dan lingkungan yang baru.
Yang namanya taman kota biasanya dikelilingi oleh trotoar yang cukup lebar. Nah, menjelang malam biasanya trotoar tersebut dipenuhi dengan deretan sepeda motor dan diatas motor-motor itu duduk pasangan-pasangan yang sedang bercinta. Hehe...sungguh suasana itu bisa bikin yang jomblo super iri, deh!!!
Nah meski taman kota itu dipenuhi oleh warga kota, tapi selama saya di sana tak pernah sekalipun saya melihat ada pedagang asongan yang menjajakan dagangamnya di situ. Selain itu saya salut bener dengan tidak adanya sampah-sampah yang bertebaran di taman kota.

Taman di depan Gedung Opera House

Playground di salah satu sudut sebuah taman kota

From Saigon with Love: Are you Vietnamesse Moslem???

Saya selalu mencari masjid di setiap trip. Selain untuk beribadah, saya selalu penasaran dengan sensasi sembahyang di masjid di negri orang.

Begitupula di Saigon. Masjid Raya di Saigon terletak di pusat kira, tidak terlalu jauh dari Opera House. Bisa dicapai dengan jalan kaki. Yang menariknya lagi, di seputaran masjid ada beberapa resto halal (meski harga sedikit tak bersahabat bagi kaum backpacker dan rasanya juga kurang nendang). Jadi, setelah menghabiskan segelas es kopi susu dan lumpia di Saigon Halal, saya segera melangkahkan kali ke masjid yang terletak di seberangnya.

Masjidnya sendiri tak terlalu luas. Tapi arsitektur bangunannya cukup cantik. Dan yang jelas saya jadi berasa adem ketika masuk ke dalamnya setelah beberapa saat sebelumnya merasakan matahari yang begitu terik.  Dan  siang itu, suasana masjid terasa lengang. Hal pertama yang saya lakukan adalah 'sweeping' tempat ini. Bak besar bagai tempat wudlu pria, deretan ember ber keran dengan dingklik kecil di tempat wudlu wanita, para musafir yang sedang beristirahat, dan....saya melihat tiga orang wanita paruh baya berwajah Vietnam tampak sedang asyik mengobrol. Sesekali mereka membetulkan kerudung.

Ketika saya sedang menselinjorkan kaki seorang wanita melayu datang menghampiri. Mengajak berbincang dalam bahasa inggris. Sapanya, "Are you Vietnamesse moslem? Saya sungguh tak mengira wanita Vietnam muda macam kamu menjadikan Islam sebagai pegangan hidup. Beberapa kali saya ke sini dan hanya menemukan ibu-ibu Vietnam paruh baya itu yang rajin sembahyang di sini."
Belum sempat saya menjawab, seorang gadis melayu lain berkata,"Saya suka melihat wanita Vietnam. Mereka cantik-cantik. Seperti kamu!". Hehe...oke!!! Bagian saya dibilang cantik memang bikin saya geer tapi.....should I say If I'm Indonesian??? Jangan-jangan kalau saya ngaku orang Indonesia mereka ga bilang cantik lagi... Hihihihi...

Dengan malu-malu akhirnya saya berkata pasa mereka (dalam bahasa Indonesia tentunya!) bahwa saya bukan orang Vietnam melainkan orang Indonesia. Dan tepat seperti dugaan saya, mereka terkejut dan sedikut tak percaya. "Kamu terlihat oriental!" kata mereka.

Huufft....here we go again!!! Ini pasti gara-gara mata sipit saya. Dan saya cuma tersenyum sambil menegaskan sekali lagi kalau saya orang Indonesia.
Untungnya, adzan segera berkumandang. Saya terselamatkan dari momen canggung itu. Dan saya pun segera mengambil air wudlu....

The real Vietnamesse Mosleem

Tempat wudlu pria. Baknya bikin saya pengen berenang di situ!

Tempat wudlu wanita dengan kursi-kursi kecil

From Sagion With Love: Not so special Mekong Delta tour

ATTENTION: Kategori 'not so special' untuk Mekong Delta one day tour mungkin lebih cocok diperuntukkan bagi kita, penduduk negara berkembang di wilayah tropis yang memiliki sumber daya yang hampir sama.

Inilah saya. Yang sudah berkali-kali sudah disarankan oleh teman ngetrip temuan dari Jakarta bahwa tur menyusuri Mekong Delta itu tidak disarankan untuk saya, seorang pejalan dan penjelajah dari negara dengan kondisi alam yang hampir sama dengan Vietnam. Alasannya??? Menurut dia, lebih baik saya menjelajahi sungai-sungai di Kalimantan yang jauh lebih eksotis. Tapi inilah saya. Tetap saja ada rasa penasaran, apa iya tidak seasyik itu??? Akhirnya saya nekat mengambil one day trip ke Mekong Delta. Saya berharap, tur Mekong ini akan asyik, sedikit menantang, atau kita bisa blusukan di desa-desa di pinggir sungai Mekong dan berharap bisa melihat hal-hal unik di sana.

Nyatanya?? Hehehe....what's so special about Mekong??? Tidak ada, menurut saya. Air sungai yang coklat, pemandangan sekitar yang mirip dengan Indonesia..... Hmm...oke....untuk para petualang dari negara barat saya akan merekomendasikan tempat ini untuk dikunjungi. Tapi, untuk para petualang dari negara Asia Tenggara terutama yang mempunyai kondisi alam yang mirip dengan Vietnam.....please skip this tour!!!

Pengen tahu itinerarynya?
Trip ini diawali dengan menuju My Tho, salah satu 'gerbang' untuk menyusuri Sungai Mekong. Setelah puas berfoto-foto sejenak di dermaga sungai, lalu kami semua naik ke kapal. Tujuan pertama kami adalah melihat pasar terapung. Menurut si tour guide, pasar terapung yang akan kami lihat ini adalah kapal terapung yang tidak begitu besar. 

Dermaga sungai
Membayangkan pasar terapung yang ramai dan unik? Oke,  pasar terapung yang saya kunjungi ternyata sedikit berbeda dengan yang di Indonesia. Menurut teman saya yang asli Banjarmasin, pasar terapung di sana menggunakan jukung sebagai perahunya. Di sini menggunakan perahu bermesin. Dan,  pasar terapung nya sepi!!! Mungkin karena sudah tidak terlalu pagi jadi aktivitasnya sudah tidak banyak. Tetapi, ada sedikit hal menarik yang saya lihat yaitu  banyak dari kapal-kapal yang ada di sekitarnya yang berfungsi selain sebagai tempat berjualan juga menjadi rumah bagi penjual itu. Mungkin istilah 'manusia perahu' tepat untuk mereka. Dan..heiii!!! Saya jadi teringat dengan manusia perahu Vietnam yang mengungsi hingga ke Pulau Galang!!!!


Di dalam kapal
Kapal yang digunakan sebagai tempat jualan

Habis belanja




Setelah itu, kami mampir di sebuah desa di tepi sungai Mekong. Ya...kalau di Indonesia mungkin semacam desa wisatanya gitu. Di tempat itu kami melihat pengolahan makanan ringan, minuman fermentasi, dan cemilan lainnya yang berbahan dasar beras. Nah, ada satu kejadian lucu yang terjadi pada saat kita semua digiring ke ruang pengolahan makanan ringan itu. Kebetulan saya selalu tertinggal dengan rombongan karena terlalu asyik jepret-jepret. Waktu saya sampai di ruangan tersebut, para bule di rombongan saya sudah bergerumbul mengerumuni mbak-mbak yang sibuk mengaduk-aduk sesuatu di sebuah wajan besi yang besar banget. Ah, saya jadi penasaran, dong! Apa sih yang lagi diaduk-aduk.... sesuatu yang unik dan khas kah?? Terus terang saya kepo banget.


Jipang nya Mekong, mirip yang di Indonesia, kan??
Setelah berhasil menyelipkan tubuh diantara para bule tersebut, sampailah saya di depan wajan tadi. Dan.....taddaaaa....!!! Speechless saya melihat apa yang ada tepat di depan saya. Waduhh...ternyata orang-orang ini lagi bikin jipang, toh!!! Ehmmm... kalian tau apa itu jipang? Saya nggak tahu apa istilah  bakunya, tapi buat kami yang hidup di Jawa, jipang itu adalah penganan yang terbuat dari beras yang digoreng dengan pasir, kemudian dicampur dengan gula (pemanis) dan dicetak hingga berbentuk kotak.    Sungguh saya ingin ngakak sekali waktu itu. Jauh-jauh saya kemari...eh...malah disuguhi jipang yang banyak banget dijual di sebelah rumah saya!!!
Selain jipang, ada pula permen yang dibuat dari daging kelapa yang diproses sedemikian rupa. Namanya??? Coconut candy. Rasanya??? Manis-manis lengket gitu....!!!

Setelah itu kami dibawa ke tempat peternakan lebah. Yuhuuu!!! Saya kira peternakannya itu gede... Dan sekali lagi, perkiraan saya meleset. Lalu si pegawai di peternakan itu bercerita mengenai manfaat madu. Dan kami diberi icip2 madu hangat dengan cemilan yang lagi-lagi...mirip geplak (makanan khas dari daerah Gunungkidul, Yogya).

Menjelang akhir trip, kami diajak makan siang ke desa lain dan di sana kami diberi kesempata untuk berkeliling desa dengan sepeda. Oke...lupakan saja soal makanannya, kecuali lumpia gorengnya yang yummmyyy banget. Saya buru-buru menyelesaikan makan siang dan segera bersepeda mengelilingi desa.
Lumayan asyik sih. Saya juga menyempatkan diri leyeh-leyeh di hammock

Sebelum pulang ada sedikit kejutan. Ternyata yang menjemput kami bukan kapal yang pertama kali mengantar kita, namun kapal-kapal jukung dengan ibu-ibu atau bapak-bapak tukang perahu yang mengayuh perahu dengan...berdiri. 




Kami menyusuri sungai Mekong, melewati beberapa perkampungan sampai akhirnya kami bertemu dengan kapal yang pertama kali mengantar kami tadi. 
Ah, andai saja sedari tadi kami blusukan menyusuri sungai naik jukung itu sembari melihat kehidupan masyarakat desanya....pasti lebih asyik.....

TIPS TRAVELER
1. Ada 2 macam tipe tur untuk Mekong Delta ini. One day trip dan trip 2-3 hari. Harga untuk one day trip (termasuk makan siang yang standar banget) tahun 2012 adalah 9 US$ menurut tur agen di seputar Pham Ngu Lao atau Den Tham Street.
2. Pastikan isi pulsa (bila memakai sim card Vietnam), karena kita baru bisa beli pulsa setelah trip selesai!!!
3. Paket makan siang itu ada dua macam, vegetarian atau dengan daging. Bila kita ingin menambah ikan.....maka kita harus menambah biaya pemesanan ikan itu..!!!



From Saigon with Love: City Tour or Not

Menikmati Saigon dan sekitarnya itu ada banyak cara. Di Saigon, ada banyak sekali tur agen yang menawarkan paket city tour/keliling kota (kalau saya sih biasa menjulukinya dengan 'Paket Saigon in a glance'). Harga paket tur keliling kota di sini sih rata-rata mirip/hampir sama. Tempat-tempat tujuannya pun standar wisatawan, sih. 
Ada juga paket-paket tur yang menawarkan jalan-jalan sedikit ke luar kota Saigon. Misalnya ke Cu Chi Tunnel atau Mekong Delta. Untuk paket Cu Chi Tunnel biasanya ada dua versi. Versi half day tour atau versi one day tour yang biasanya merupakan penggabungan antara Cu Chi dan Cao Dai Temple. 

Nah, kalau tidak mau ikut paket tur??
Ada banyak cara menikmati Saigon tanpa paket tur. Yang jelas, dengan berbekal peta di tangan, guide books, dan botol air minum, maka you are ready to conquer Saigon!!! Nah, mungkin yang sedikit sulit jika ingin mengeksplor sekitar Saigon dengan tidak mengikuti paket tur. Kalian harus paham betul jadwal bis (bis paling awal dan bis paling akhir) plus pemberhentiannya. Seperti Cu Chi, memang ada bis yang menuju ke sana namun tidak berhenti tepat di depan tempat wisatanya. Begitu pula dengan Cao Dai.

NYARI TUR AGEN
Tur agen bisa ditemukan di daerah Pham Ngu Lao. Atau biasanya, ada beberapa hostel di daerah itu yang juga menawarkan paket tur (kerjasama dengan tur agen di sekitar Pham Ngu Lao juga, sih!) Harga??? Hmmm.... mungkin lebih murah langsung ke tur agennya?? Saya tidak tahu pasti!!! Kemarin saya nyoba paket tur ke Cu Chi (half day tour) lewat hostel Vy Khanh seharga 5 dolar US. Saya lupa apa nama tur agennya.

CITY TOUR OR NOT
Pilihan ikut city tour/paket tur dan tidak sebenarnya sama saja. Saran saya...kalau cuma mau puter-puter Saigon (distrik 1 dan chinatown) lebih baik sendiri. Ada banyak sisi kota Saigon yang menarik untuk dieksplor dan asal penginapan kalian ada di daerah Pham Ngu Lao, tempat-tempat untuk narsis sekaligus belanja bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Jika ingin sedikit keluar dari Saigon, sepertinya lebih oke dengan ikut paket tur. Kecuali kalau waktu bukan hal yang kalian pertimbangkan maka kalian bisa ngeteng pakai bis umum. Jauh lebih murah memang. Khusus untuk paket tur ke luar kota Saigon, ada beberapa hal yang bisa kita dapatkan sebenarnya yang nggak didapatkan kalau kita jalan sendiri. Kebetulan tur agen yang saya ikuti punya tour guide yang oke banget. Dia bisa bercerita tentang kehidupan Saigon secara detail. Sesuatu yang mungkiiinnn.....ga akan kita dapatkan dari browsing di internet. Selain itu....ternyata tur agen yang saya pakai tidak hanya menjadikan Cu Chi Tunnel sebagai tujuan, tapi kita sempat mampir ke beberapa tempat seperti hutan karet (seriusss!!! Hutan Karet!!!) yang dari penampakannya pun mirip dengan hutan karet yang terletak di daerah Boja deket Semarang, dan handicap handicraft, yaitu sebuah workshop pembuatan suvenir khas Vietnam dimana pekerjanya adalah orang-orang cacat yang mayoritas adalah korban agent orange
Lalu apakah kalau jalan-jalan ga pakai paket tur itu ga asyik??? Hehehe.........siapa bilang?? Sebelum keberangkatan saya ke Saigon, saya selalu browsing tentang tempat-tempat keren di sana tapi yang belum dijadikan sebagai tujuan wisata. Saya menemukan ada suatu daerah di dekat Cao Dai Temple yang punya kuil yang terletak di atas bukit/pegunungan dengan pemandangan alam yang menurut website tersebut FANTASTIK. Dan tidak ada tur agen yang bikin paket ke sana. Saya sudah browsing segala macam angkutan yang menuju ke sana dan jawabannya cuma satu: harus ngojek dari terminal bis terdekat!!! Saya memutuskan untuk tidak jadi ke sana karena pertimbangan waktu sih.......empat hari di Saigon memang ternyata terlalu singkat bagi saya.

Jadi...mau ikut paket tur atau tidak???? Semuanya terserah anda!!!


From Saigon with Love: Menikmati Saigon dan sekitarnya

Pertama kali ke Saigon?? Bingung mau ngapain saja? Sebenarnya ada banyak cara untuk menikmati Saigon. Karena kalau saya bilang Saigon (dan sekitarnya) itu komplit...plit...plit....!! Nah biar nggak bingung, ini ada beberapa cara yang akan saya bagikan untuk menikmati Saigon.

BILA KALIAN PECINTA BANGUNAN TUA/HERITAGE...
maka Saigon adalah destinasi yang tepat untuk kalian. Tau, dong kalau dulunya Saigon itu ada di bawah pemerintah Perancis - alias jajahannya Perancis- nah makanya cukup banyak bangunan-bangunan di Saigon yang berlanggam kolonial Perancis. Apa saja itu???

  • Notre Dame Cathedral, mirip sama yang di Perancis. Di depan gereja itu ada sebuah taman dengan patung Bunda Maria. Ini adalah salah satu ikon Saigon.


Notre Dame Cathedral
  • Kantor Pos Pusat, saya sampai datang berkali-kali ke tempat ini gara-gara suka banget dengan bangunannya yang keren dan megah. Interior bagian dalamnya juga klasik. Di pelataran tempat ini biasanya suka dipakai untuk foto pre wedding


Kantor Pos Pusat

Bagian dalam Kantor Pos Pusat





  • Suka dengan ARSITEKTUR CINA, maka jalan-jalanlah ke Cho lon yang terletak di distrik 5. Tempat tersebut adalah chinatown nya Saigon. Ada beberapa klenteng di situ dan....pasar Binh Thay yang merupakan bangunan pasar berarsitektur Cina. 

Binh Thay Market


  • Saigon Opera House
Salah satu bangunan kolonial yang amat saya suka ya...Saigon Opera House. Terletak di pusat kota, dekat dengan city hall.


Saigon Opera House

Dan masih banyak bangunan-bangunan heritage lainnya di seantero Saigon. Ada beberapa bangunan heritage yang juga berfungsi sebagai museum.

BILA KALIAN PECINTA SEJARAH....
Kalian bisa puas banget tur dari museum ke museum. Satu museum yang saya rekomendasikan banget adalah War Remnants Museum. Selain itu Reunification Palace juga sayang untuk dilewatkan. Tempat lain untuk 'belajar' sejarah????? Silakan mampir ke Cu Chi Tunnel!!


BILA KALIAN PECINTA KULINER
Maka wajib nyobain satu-satu street food, makan seafood di warung tenda seputar Ben Tanh di malam hari, dan mesti nyobain yang namanya pho!!! Yang seneng ngopi.....banyak tempat ngopi di Saigon ini. Tapi, jangan cari Starbucks!! Ga bakal ada!!! Cobain aja ngopi ala Starbucks di sini!!!


BILA KALIAN SHOPAHOLIC
VIetnam bisa dibilang surga belanja barang-barang unik. Ada banyak tempat untuk belanja...Ben Tanh market yang terkenal. Mulai dari kopi, kuliner, suvenir, hingga bikin ao dai. Atau sepanjang Pham Ngu Lao banyak bertebaran toko-toko suvenir yang bisa bikin ngiler.....!!!

BILA KALIAN CUMA PENGEN LEYEH-LEYEH...
Banyak taman-taman kota yang indah dan rimbun yang bikin kalian betah berlama-lama di sana. Menikmati hari, melihat aktivitas warga Saigon, atau sekedar membunuh waktu

Sebuah taman kota di Saigon


BILA KALIAN PECINTA EKOWISATA
Menyusuri Sungai Mekong adalah salah satu kegiatan yang menarik. Setelah itu dilanjutkan dengan bersepeda mengelilingi salah satu desa di pinggir Sungai Mekong.

Mekong river cruise

BILA KALIAN PECINTA PANTAI
Vung Tao beach bisa menjadi 'one day escaping' karena letaknya yang dekat dengan Saigon dan mudahnya transportasi menuju ke sana

From Saigon with Love: Puter-puter di Saigon

Oke!!! Saigon bukanlah Singapur atau KL yg punya MRT atau monorail. Saigon itu punyanya bis, taksi, xe ohm (honda om - semacam ojek) dan cyclo. Jadi....mana diantara ke empat moda transportasi tersebut yang paling ideal buat jalan-jalan??? Sebelum menjawab, saya akan bercerita dulu mengenai keempat moda transportasi tersebut.

1. Taksi
Pada umumnya taksi di Saigon bisa dibagi menjadi dua golongan: taksi 'nakal' dan taksi 'baik-baik'. Seperti di Indonesia, taksi 'nakal' itu adalah taksi yang pakai argo kuda. Kalau taksi 'baik-baik' ya tentu saja taksi yang argonya bukan argo kuda.
Nah...kalau di Saigon dan memang kepepet harus naik taksi, pilihlah taksi Mai Linh atau Vinasun. Hati-hati!!! Di Saigon banyak taksi Vinasun atau Mai Linh KW. Artinya banyak taksi abal-abal yang penampakan taksi dan seragam supirnya mirip dengan kedua taksi yang direkomendasikan itu. Nama taksinya pun di buat mirip. Vinasun jadi Vinasum... Ya seperti itulah! Maka, telitilah sebelum memilih taksi, dan selalu memilih supir taksi yang berdasi. Taksi yang berargo kuda biasanya supirnya tidak berdasi.
Rate taksi di sana??? Hehe...semurah-murahnya taksi tetep aja bukan moda transportasi ideal buat keluling Saigon.

2. Cyclo
Ini semacam becak. Banyak ditemui di tempat-tempat wisata. Para tukang cyclo biasanya sudah paham banget dengan tempat-tempat mana yang biasanya jadi tempat favorit untuk didatangi oleh para wisatawan. Satu hal yang harus dipertimbangkan jika kita akan menggunakan moda transportasi ini adalah masalah harga. Overprice memang sudah hampir pasti. Tapi ada beberapa wisatawan yang mengaku para tukang cyclo ini seenaknya melanggar kesepakatan harga. Nah, kalau memang ngebet pengen puter-puter pakai cyclo gimana?? Seorang bule di hostel bercerita kalau harga yang sudah disepakati ditulis di atas kertas. Jadi biar ada semacam bukti hitam di atas putih. Lalu, benar-benar perhatikan waktu karena penentuan harga biasanya bergantung dengan waktu. Jangan sampai lewat dari waktu yang telah ditentukan. 5 menit saja sudah bisa bikin si tukang cyclo mencharge extra fee yang kadang ga masuk akal!!

3. Bis
Bis di Saigon terdiri dari dua macam. Bis yg lumayan bagus dan bis setipe mayasari bakti. Murah....tapi selalu aware dengan barang bawaan ya!! Rawan copet soalnya

4. Xe om/Honda om
Modusnya kayak cyclo. Suka overprice.

Nah jadi....naik apa dong kalau mau keliling Saigon??
Tempat-tempat favorit wisatawan sebenarnya letaknya tidak terlalu berjauhan. Jadi mending jalan kaki!!

From Saigon with Love: Beautiful Girls

ATTENTION: Tulisan ini murni opini saya. Jika ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Sekali lagi ini opini saya.

Ngetrip buat saya nggak cuma mendatangi destinasi yang keren yang sudah jadi objek wisata favorit para wisatawan. Bagi saya, ngetrip lebih dari itu.
Selain berkunjung ke tempat-tempat yang memang sudah wajib untuk dikunjungi, tapi saya juga paling suka menjelajah kota, pergi ke tempat-tempat yang tidak terpikirkan, atau cuma nongkrong di bench taman sambil mengamati orang yang lalu-lalang. Kemarin ketika di Saigon, sambil berjalan kaki dari Opera House  menuju Notre Dame Cathedral, saya sempat mengamati beberapa wanita Saigon. Ternyata, meski letaknya bersebelahan dengan Cina, tapi para wanita Saigon ini penampakannya tidak oriental banget. Sedikit mirip dengan wanita Indonesia, tapi.......berkulit lebih terang!!!

Dulu, menurut saya terjemahan wanita cantik itu jatuh pada wanita-wanita Eropa Barat. Lalu setelah saya ngetrip singkat ke Hongkong saya melihat wanita-wanita Hongkong itu sebagai 'enak dilihat'. Terus terang saya ngiri berat dengan tubuh langsing dan rambut lurusnya yang membuat mereka terlihat amat sangat keren!! Tapi terkadang mata mereka yang terlalu sipit belum berhasil membuat mereka mengalahkan kecantikan wanita-wanita Eropa Barat. Nah, ketika saya menginjakkan kaki di Saigon beberapa waktu yang lalu, Perpaduan cantik, manis, tubuh indah, dan enak dilihat jatuh ke para wanita Saigon. Meski mereka terkadang tidak terlalu fashionable, sih....!!!

Hari pertama saya di sana, saya menemukan seorang cewek cantik berbadan keren yang mirip... Ayu Ting Ting!!! Serius...!!! Bahkan lebih cantik!!  Lalu di hari yang lain ada beberapa juga pasangan yang sedang melakukan sesi foto prewed dan calon mempelai wanitanya.....buset deh!!! Nggak ada yang jelek!!!! Belum lagi para wanita lainnya: para pekerja kantoran, penjaga toko suvenir di Kantor Pos Besar, penjaga di Water Puppet..... If I was a man, I would ask them to be my date during in Saigon!!! Heheheh!!!

Kalau gini, saya jadi teringat cerita Miss Saigon. Cerita tentang seorang tentara Amerika yang jatuh cinta setengah mati pada seorang wanita Saigon. Cerita yang bikin saya termehek-mehek itu memang dahsyat banget. Dan mungkin memang ada banyak 'miss Saigon-miss Saigon' masa kini yang dijatuhi cinta oleh para ekspat atau wisatawan yang lagi asyik menjelajah Saigon???? Saya tak akan heran. 'Cause they are so.....beautiful!!!